Itishom.web.id

Berbagi Ilmu Menebar Rahmat

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
E-mail Cetak PDF
Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 

 

PERTANYAAN TENTANG ASYURA

Apakah Dasar Puasa Asyura? Apa Keutamaannya?

Jawab :

Asyura secara bahasa artinya adalah yang ke-10. Maksudnya, tanggal 10 (Muharram).

Puasa Asyura sudah biasa dilakukan oleh orang-orang Quraisy di masa Jahiliyyah dan juga dilakukan oleh orang-orang Yahudi ketika Nabi datang ke Madinah.

Di zaman jahiliyah dahulu, orang Quraisy biasa melakukan puasa ‘Asyura. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melakukan puasa tersebut. Tatkala tiba di Madinah, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan puasa tersebut dan memerintahkan manusia untuk melakukannya. Namun tatkala puasa Ramadhan diwajibkan, beliau meninggalkan puasa ‘Asyura. (Lalu beliau mengatakan:) Barangsiapa yang mau, silakan berpuasa. Barangsiapa yang mau, silakan meninggalkannya (tidak berpuasa).”(H.R alBukhari dan Muslim)

Dalam hadits lain dinyatakan:

“Tatkala Nabi Saw datang ke Madinah beliau melihat orang-orang Yahudi melakukan puasa di hari ‘Asyura. Beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam bertanya, “Hari apa ini?”. Orang-orang Yahudi menjawab, “Ini adalah hari baik, pada hari ini Allah selamatkan Bani Israil dari musuhnya, maka Musa ‘alaihissalam berpuasa pada hari ini. Nabi Saw bersabda, “Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi). Maka beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan ummatnya untuk melakukannya” (HR Al Bukhari)

Keutamaan puasa Asyura adalah menghapuskan dosa setahun lalu, sebagaimana hadits :

“Dan puasa di hari ‘Asyura, sungguh saya mengharap kepada Allah bisa menggugurkan dosa setahun yang lalu” (H.R Muslim)

Dulu, sebelum diwajibkan berpuasa Ramadhan, puasa Asyura diwajibkan. Namun, setelah puasa Ramadhan diwajibkan, puasa Asyura menjadi tidak wajib sebagaimana hadits Aisyah :

“Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam memerintahkan untuk puasa di hari ‘Asyura. Dan ketika puasa Ramadhan diwajibkan, barangsiapa yang ingin (berpuasa di hari ‘Asyura) ia boleh berpuasa dan barangsiapa yang ingin (tidak berpuasa) ia boleh berbuka”. (HR Al Bukhari)


 

Pelaksanaan "puasa asyura" tanggal 10 atau 9&10 atau 9, 10 & 11 ?

Jawab :

Seorang muslim boleh berpuasa tanggal 10 Muharram saja (sebagian Ulama’ memakruhkan, karena menyerupai orang Yahudi). Yang lebih utama adalah puasa di tanggal 9 (sehari sebelumnya) dan tanggal 10.

Nabi juga pernah berkeinginan kuat untuk berpuasa di tanggal 9 Muharram (walaupun belum sempat terlaksana karena keburu meninggal dunia) :

Kalau seandainya aku masih hidup hingga tahun mendatang, sungguh-sungguh aku akan berpuasa di hari ke-9 (Muharram)(H.R Muslim)

Sedangkan puasa di tanggal ke 11 (bersamaan dengan tanggal 10)  secara khusus berdasarkan hadits yang lemah. Al-Imam adz-Dzahaby menyatakan bahwa hadits itu tidak bisa dijadikan hujjah.

Walaupun demikian, berpuasa Sunnah di hari apapun pada bulan Muharram adalah lebih utama dibandingkan dengan puasa Sunnah di bulan lain, berdasarkan hadits :

Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram (H.R Muslim)

Wallaahu A’lam bis showaab

(Abu Utsman Kharisman)

 

 

Di baca

Di baca: 573