PETUNJUK NABI DALAM MENDAPATKAN KESELAMATAN
A. Menghindari Larangan Nabi
Larangan –larangan Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam .
Memakai Jimat
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْبَلَ إِلَيْهِ رَهْطٌ فَبَايَعَ تِسْعَةً وَأَمْسَكَ عَنْ وَاحِدٍ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ بَايَعْتَ تِسْعَةً وَتَرَكْتَ هَذَا قَالَ إِنَّ عَلَيْهِ تَمِيمَةً فَأَدْخَلَ يَدَهُ فَقَطَعَهَا فَبَايَعَهُ وَقَالَ مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ ( رواه أحمد و الطبراني)
“ Dari ‘Uqbah bin ‘Aamir al-Juhaniy bahwasanya Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam didatangi oleh sekelompok orang (berjumlah sepuluh), beliau membaiat 9 orang dan membiarkan satu orang. Mereka bertanya : Wahai Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam, (mengapa) anda membaiat 9 dan membiarkan 1 orang ? Rasul menjawab : Sesungguhnya ia menggunakan jimat. Maka orang tersebut memasukkan tangannya (ke dalam bajunya) dan memutus jimatnya, sehingga kemudian Rasul membaiatnya. Rasul bersabda : Barangsiapa yang menggantungkan jimat, sungguh dia telah berbuat syirik” (H.R Ahmad dan Thabrani)





